Kalau kita dengar nama republik SURINAME kita pasti akan mengaitkan tentang suku JAWA kenapa ya,,,,,ada apa dengan suriname kenapa dikaitkan dengan jawa,,apa hungan suriname dengan jawa? bagi kalian semua yang belum tau pasti akan garuk'' kepala,,,,,,mumet hehehehehe
oke,,,kita akan imbas kembali sejarah suriname sekitar tahun 1890-1939.
sebelumnya saya mengucapkan terimakasih buat guru sejarah saya bpk SUJITO [guru di smpn 1 sugihwaras bojonegoro] karena beliaulah saya tau tentang sejarah suriname,,terutama tentang orang wong jowo neng kono [orang jawa di sana]
dan tidak lupa saya ucapkan kepada sifu saya mbah google hehehehe yang sudi memberikan beberapa keping gambar yang sangat berguna,,, thank's you all...wahhhhh kok malah curhat sihhh lebay banget ya:),,,,hehehehe ok kita kembali ke topik kita semula.
kok jadi gemetaran gini sih,,diterusin apa ngak ya,,,,,?????
Tercatat, 32.976 orang berpindah ke Suriname sepanjang tahun
1890-1939. Sebagian besar adalah orang Jawa. Dari jumlah itu, sebanyak
7.648 orang kembali ke Indonesia sebelum Perang Dunia II.
Tidak terbayang mungkin pada saat itu mereka dibawa ke tempat yang
jauhnya beribu-ribu kilometer dari Indonesia. Kompeni mengatakan, mereka
akan dipekerjaan di perkebunan-perkebunan milik Belanda di Sumatera.
Namun, ketika turun dari kapal yang mengangkutnya, adalah tanah yang
tandus di Benua Amerika yang dijumpai. Wilayah itu kini bernama Republik
Suriname (Surinam), bekas negara jajahan Belanda pula.
Ada yang beruntung kembali ke kampung halaman, tapi ada pula yang
pasrah menetap. Selama lebih dari seratus tahun mereka bertahan dengan
budaya asal yang tetap terpelihara. Maka, tidak heran bila masyarakat di
Suriname masih fasih berbahasa Jawa dan tetap memakai adat Jawa.
Berikut sebagian rekaman gambar kehidupan masyarakat Jawa di
Suriname. Foto yang dipamerkan di Erasmus Huis, Jakarta, 20 Januari, yang saya dapatkan dari mbah google.
Minggu, 25 Desember 2011
ORANG JAWA DI SURINAME
Minggu, Desember 25, 2011
1 comment
Masyarakat Jawa di Suriname melakukan upacara Slametan. Slametan biasanya digelar pada saat kelahiran, sunatan, dan lain-lain.
Pernikahan
adat Jawa. Mempelai perempuan dan laki-laki dipertemukan (panggih).
Biasanya pihak keluarga perempuan lebih berhak menentukan tanggal dan
bentuk pernikahan.
Upacara mitoni. Dilakukan pada saat kehamilan seorang perempuan mencapai usia 7 bulan.
Tarian Jaran Kepang di salah satu sudut kota di Suriname.
Sekelompok masyarakat Suriname memainkan gamelan, alat musik tradisional Jawa.
Pagelaran wayang kulit.
Kapal yang membawa para migran Jawa kembali dari Suriname pada 1954 (Foto KITLV)
Orang-orang Jawa di Meerzarg, Suriname, tempo dulu. (Foto: KITLV)
oh iya lupa bahkan informasi yg pernah saya dengar penduduk disana pernah membuat partai politik dengan nama jawa kalau gaksalah namanya pendawa lima,,,wahhhhh hebat n keren namanya,,,bahkan saudara kita pernah menjabat sebagei menteri luar suriname,,,,bahkan saat ini keturunan jawa disana masih mengekalkan bahasa ibunda mereka,,,,jadi ingat semboyan jawa,,''ORA BAKAL MUSNO JOWO TEKO DUNYO'' tidak akan hilang jawa di dunia,,,para pemuda/i jawa suriname banyak yg belajar ilmu di luar negeri,,bahkan mereka ber kiblat pada BELANDA kok bukan INDONESIA ya,,,,,???? ga apa apa dechh yang penting sukses,,,,,ayo saudaraku tunjukan pada dunia kalu bangsa jawa juga mampu bersaing,,duduk sama rendah berdiri sama tinggi,,,,
sby junior asli jowo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Mantap mas.Lanjut kan menulis
BalasHapus